Berita

Pemerintah Kabupaten Konawe Selenggarakan Pra Bimbingan Manasik Haji Tahun 2027 Secara Komprehensif

12

INFO-SULTRA.COM| KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe melalui Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Konawe menggelar kegiatan Pra Bimbingan Manasik Haji bagi calon jamaah haji tahun 1448 Hijriah/2027 Masehi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan awal guna mempersiapkan jamaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci, baik dari sisi pengetahuan, kesiapan fisik, maupun mental spiritual, Kamis, 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., yang diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, S.P., M.Si. Dalam arahannya, H. Gunawan Samad menegaskan bahwa pra manasik haji merupakan tahapan krusial dalam memberikan pemahaman yang komprehensif kepada calon jamaah terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh calon jamaah haji Kabupaten Konawe mampu memahami setiap tahapan ibadah secara baik dan benar, sehingga dapat melaksanakannya secara mandiri, tertib, dan sesuai tuntunan syariat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan jamaah tidak hanya terbatas pada kelengkapan administrasi, tetapi juga mencakup kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Pemerintah Kabupaten Konawe, lanjutnya, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan guna mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Kegiatan ini diikuti oleh calon jamaah haji dari berbagai wilayah di Kabupaten Konawe dengan menghadirkan narasumber dan pembimbing berpengalaman. Materi bimbingan disampaikan oleh Dra. H. Baharuddin, M.Si., yang memberikan pemaparan terkait teknis pelaksanaan ibadah haji, meliputi rukun, wajib, serta sunnah-sunnah haji.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah calon jamaah haji Kabupaten Konawe tahun 2027 sebanyak 155 orang, terdiri dari 145 jamaah reguler dan 10 jamaah kategori lanjut usia (lansia). Data ini menjadi dasar dalam penyusunan pola pembinaan, termasuk pendekatan pelayanan yang lebih ramah lansia.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan menyeluruh mengenai rangkaian perjalanan ibadah haji, mulai dari keberangkatan dari daerah asal, proses di asrama haji embarkasi, perjalanan melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, hingga pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah, termasuk puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Materi kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe yang diwakili oleh Dr. H. Budy Utomo, SKM., M.Si., MPH., menyampaikan materi terkait persiapan kesehatan jamaah haji. Dalam pemaparannya, dijelaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan awal hingga pemeriksaan lanjutan guna memastikan jamaah memenuhi aspek istitha’ah kesehatan sebelum keberangkatan.

Selain itu, jamaah juga diberikan edukasi mengenai pola hidup sehat, pengendalian penyakit penyerta, serta kesiapan menghadapi kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Ditekankan pula pentingnya menjaga kebugaran fisik melalui latihan ringan, pengaturan pola makan, serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat-obatan bagi jamaah dengan kondisi medis tertentu. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kesehatan jamaah sehingga dapat menjalankan ibadah secara optimal.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Konawe, Misrawati, S.Ag., M.H., menyampaikan bahwa pra manasik menjadi fondasi penting dalam membangun kesiapan jamaah secara menyeluruh.

“Kami berharap seluruh calon jamaah dapat mengikuti setiap tahapan bimbingan dengan sungguh-sungguh, sehingga pada saat pelaksanaan ibadah di Tanah Suci nantinya, jamaah telah memiliki pemahaman yang matang dan kesiapan yang optimal,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kompetensi pembimbing haji, serta optimalisasi layanan, termasuk pelayanan ramah lansia.

Dalam pelaksanaannya, pra manasik tahun ini mengusung pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif melalui pemanfaatan media digital, modul praktis, serta simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi riil di Armuzna. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman jamaah, khususnya dalam menghadapi dinamika ibadah di tengah jutaan umat dari berbagai negara.

Adapun materi esensial yang ditekankan meliputi pemahaman rukun dan wajib haji seperti ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan tahallul, kebijakan pemerintah terkait perjalanan dan akomodasi, serta edukasi kesehatan untuk menghadapi perbedaan cuaca ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi.

Pemerintah juga mencatat bahwa kesiapan calon jamaah haji Konawe menunjukkan progres yang baik dan terkoordinasi, didukung oleh penyelesaian dokumen perjalanan yang tepat waktu serta pemenuhan aspek istitha’ah, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi.

Meski demikian, sejumlah tantangan tetap menjadi perhatian, di antaranya kesulitan memahami urutan ibadah di tengah keramaian, kendala fisik akibat cuaca ekstrem, serta penyesuaian terhadap jadwal dan sistem layanan di Tanah Suci. Untuk itu, pembinaan dilakukan melalui metode praktik langsung, evaluasi berkala, serta pembagian buku panduan saku yang mudah dipahami.

Dalam arahannya, Bupati Konawe melalui perwakilannya juga mengimbau seluruh calon jamaah agar senantiasa mengikuti setiap arahan pemerintah dan petugas haji, menjaga kedisiplinan, serta memperkuat kebersamaan selama menjalankan ibadah.

Selain itu, jamaah juga diingatkan untuk menjaga nama baik Kabupaten Konawe dengan menunjukkan sikap santun, tertib, serta mencerminkan nilai-nilai keislaman selama berada di Tanah Suci.

Pemerintah Kabupaten Konawe turut mengapresiasi peran para petugas haji dan pembimbing yang telah memberikan pendampingan maksimal kepada jamaah. Diharapkan, seluruh rangkaian ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan lancar, aman, dan tertib.

Di akhir kegiatan, saat diwawancarai, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe, H. Gunawan Samad, S.P., M.Si., turut menyampaikan harapannya terkait peningkatan kualitas pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kemungkinan adanya penyesuaian biaya, hal tersebut diharapkan sejalan dengan peningkatan layanan yang diterima oleh jamaah. Jika pada tahun 2026 biaya berada pada kisaran Rp1.500.000, maka pada tahun 2027 diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp2.000.000 per jamaah, dengan tetap mengedepankan aspek pelayanan yang optimal, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dengan adanya kegiatan pra manasik ini, Pemerintah Kabupaten Konawe berharap seluruh calon jamaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, khusyuk, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur

Laporan : Redaksi