Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Konawe, Ketua DPRD I Made Asmaya, Kapolres AKBP Noer Alam, Kepala BNN, perwakilan Kejari, Danramil, Sekda Dr. Ferdinand, tokoh masyarakat, camat, kepala desa, lurah, hingga perwakilan dunia perbankan. Kehadiran lintas unsur itu mencerminkan kuatnya dukungan terhadap program pangan unggulan daerah.
“Program ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Salah satu caranya adalah memperkuat ketahanan pangan,” ujar Yusran Akbar.
Menurutnya, jagung hibrida dipilih karena sangat sesuai dengan vegetasi dan potensi wilayah yang telah dipetakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP). Pada tahap awal, penanaman di Puriala ditargetkan mencapai 75 hektare. Tahun depan, minimal setiap desa menyiapkan 10 hektare lahan khusus untuk pengembangan jagung pakan.
Program penanaman jagung hibrida pakan ini diharapkan mampu memberikan dampak ganda: memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Konawe pun menegaskan diri siap menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, guna mewujudkan kemandirian ekonomi dari desa menuju tingkat nasional.
Laporan: Redaksi
