Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Nastin Warga Desa Ameroro Pengrajin Anyaman Terima Penghargaan Di Hari-Kartini

66
×

Nastin Warga Desa Ameroro Pengrajin Anyaman Terima Penghargaan Di Hari-Kartini

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Konawe,Info-Sultra.com-Nastin (65) warga Desa ameroro Kecamatan Ueepai Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara terima penghargaan di Hari Kartini dari organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) atas jasanya di bidang social budaya.Penghargaan tersebut diserahkan oleh asisten II Pemprov. Sulawesi Tenggara, Sukamto Toding yang di dampingi Kepala Dinas (Kadis) P3A PPKB Sultra, Andi Tenri Rawe Silondae, Rabu (31/5/23) Kemarin sebagai pengakuan atas dedikasi dan upaya Nastin (65) dalam melestarikan warisan budaya suku Tolaki yang kaya dan beragam,Lanjutnya.

Example 300x600

Nastin (65) sendiri merupakan pengrajin anyaman“Siwole Uwa, o kalo, lopa-lopa, ambahi Niwalu dan Topi Adat dalam istilah Bahasa Tolaki, yang bahanya berupa O Lanu dan Anggrek Sorume Kurang lebih 7 tahun, ibu sembilan anak ini telah banyak menghasilkan produk dan jenis anyaman yang bervariasi dan dipadukan dengan bahan-bahan yang sangat langkah seperti Anggrek Sorume, O Lanu dan O Naha (Bahasa Tolaki), ucapnya

Nastin kepada media ini mengatakan bahwa ia merasa alat kelengkapan untuk peletakan adat Tolaki saat ini semakin jarang ditemui di Kabupaten Konawe, sehingga dirinya berinisiatif untuk membuat kerajinan tersebut secara mandiri, Awalnya kita membuat kerajinan anyaman Alat Kelengkapan Peletakan Adat Suku Tolaki dengan berkelompok, namun 7 tahun terakhir saya jalan sendiri atau membuat kerajinan anyaman secara mandiri”.

Untuk harga bahan baku, kata Nastin awalnya masih bisa dijangkau, namun saat ini harga bahan baku untuk kerajinan anyaman tersebut seperti Anggrek Sorume sudah naik, sehingga harga hasil kerajinan anyaman tersebut juga ikut di naikan, seperti Ambahi Kolosua yang saat ini dibandrol dengan harga Rp.1.000.000,.

Selain itu, ia juga mengaku awalnya yang membuat kerajinan anyaman alat-alat kelengkapan untuk peletakan Adat Tolaki hanya dirinya, namun saat ini sudah memiliki 5 orang yang membantu proses pembuatan anyaman tersebut. “Untuk saat ini hasil kerajinan anyaman alat-alat kelengkapan peletakan Adat Suku Tolaki dipasarkan masih sistim pesan” Ujarnya.

Terakhir, dengan penghargaan dari organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) bidang social budaya tersebut,dirinya merasa sangat bersyukur dan berterimahkasih kepada Pemerintah Kabupaten Konawe yang telah banyak membantu dan melalui penghargaan tersebut, dirinya bisa diketahui sebagai salah satu pengrajin anyaman alat kelengkapan peletakan adat  Suku Tolaki di Kabupaten Konawe.

Diinformasikan, OASE-KIM merupakan organisasi pemerintah non profit yang diinisiasi Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dan istri Wakil Presiden RI, Hj. Wury Estu Ma’ruf Amin. Penghargaan OASE-KIM tersebut diberikan kepada perempuan yang berjasa dan berprestasi di Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.tutunya

Laporan : Nasir Alex

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Uncategorized

Maraknya Rokok Ilegal Beredar Di Sulawesi Tenggara Ketua…