Info-Sultra.com | Kendari – Selasa 6 Mei, Dewan pimpinan daerah persatuan jurnalis Indonesia Sulawesi tenggara Meminta gubenur untuk mengevaluasi seluruh rumah sakit yang melayani umum mau pun Bpjs.
Wakil ketua Pji Sultra karmin. SH, selalu menerima hampir setiap hari buruknya sistem pelayanan hampir semua rumah sakit yang ada di kota Kendari pertama yang selalu di keluhkan yaitu para petugas IGD yang menerima pasien setiap saat tidak benar benar memberikan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan perawatan baik sakit ringan maupun yang sudah kategori emergenzy.
Salah satu warga memberikan informasi kepala tim PjI Sultra bahwa saat kami masuk IGD dengan riwayat penyakit lambung tapi petugas yang bertugas di IGD mendiagnosa. Bahwa kalau saya penyakit jantung dan setelah menjalani perawatan selama hampir 1 minggu kami memutuskan untuk katerisasi agar apa yang menjadi diagnosa dokter yang menangi bisa benar benar bisa di tau pihak keluarga.
Alhamdulillah setelah menjalani operasi atau katerisasi jantung hasilnya tidak ada sama sekali ganguangn pada jantung normal, jadi selama ini kami menjalani perawatan dan di berikan obat jantung sudah sangat merugikan pasien sebab peyakit lambung tapi di berikan obati jantung.
Jadi harapannya dari kami petugas maupun perawat bisa mendiagnosa pasien sesuai penyakit yang di deritanya agar jangan lagi terulang.”ujarnya
Jadi kami minta gubernur memulai dinas kesehatan Prov bisa rutin melakukan pengawasan baik petugas maupun fasilitas menunjang layanan terutama
Ruma sakit Bahramas
Rumah sakit jiwa Kendari
Rumah sakit hermina
Rumah sakit santa Ana
Dan seluruh rumah sakit di Sultra bapak gubenur harus prioritas di evaluasi sebab ratusan miliyar pertahun yang di gelontorkan baik melalui BLUD maupun APBD / APBN.”tandasnya
Laporan: Nasir Alex
