INFO-SULTRA.COM, JAKARTA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Muda Sulawesi Tenggara (PB.HAM Sultra) menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Kamis (16/4/2026).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk desakan terhadap aparat kepolisian agar segera menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang hingga kini dinilai mandek di Kabupaten Konawe.
Dalam aksi tersebut, massa secara khusus mendesak Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap penyidik yang menangani perkara dugaan korupsi anggaran makan minum di Sekretariat Daerah (Setda) Konawe Tahun Anggaran 2023, dana insentif Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Konawe, serta dugaan praktik suap jual beli jabatan di lingkup Pemerintah Daerah Konawe.
Koordinator lapangan aksi, Muh. Supril, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penanganan kasus-kasus tersebut. Ia menilai proses hukum berjalan lambat dan tidak menunjukkan perkembangan yang jelas, sehingga menimbulkan dugaan adanya ketidakprofesionalan dari oknum penyidik.
“Kasus ini sudah lama bergulir di meja Polres Konawe, namun hingga saat ini belum ada kepastian hukum yang jelas. Kami menduga adanya kongkalikong antara penyidik dan pihak terlapor yang menyebabkan lambatnya proses penyidikan,” tegas Supril di hadapan peserta aksi.
Para demonstran tampak membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan agar Propam Mabes Polri segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan internal terhadap kinerja penyidik yang menangani perkara tersebut.
Mereka juga meminta Kapolri untuk memberikan atensi khusus guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Menurut massa aksi, lambannya penanganan kasus-kasus dugaan korupsi tersebut berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Oleh karena itu, mereka menekankan pentingnya langkah tegas dari Mabes Polri untuk memastikan integritas proses hukum tetap terjaga.
Selain itu, PB.HAM Sultra juga menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menegaskan tidak akan berhenti pada aksi kali ini dan siap kembali menggelar demonstrasi lanjutan apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.
“Kami ingin semua kasus ini dituntaskan secara profesional tanpa pandang bulu. Jika terbukti ada oknum penyidik yang bermain, maka harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” lanjutnya.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Mabes Polri terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.
PB.HAM Sultra berharap langkah cepat dan tegas dari Mabes Polri dapat menjadi titik terang dalam penyelesaian berbagai dugaan kasus korupsi di Konawe, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di daerah tersebut.
Redaksi : Redaksi
