Berita

Kemenkop RI Libatkan Pengajar Asal Konawe, SPPI KDKMP Dibekali Tata Kelola hingga Pengawasan Koperasi

3

INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Sejumlah pengajar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) asal Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang ditugaskan oleh Kementerian Koperasi Republik Indonesia berhasil menuntaskan tugas pengajaran kepada para Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP di berbagai Komando Latihan dan Satuan Pendidikan Kemenhan RI, Senin (27/7/26)

Diketahui, Tenaga pengajar KDKMP tersebut diantaranya, Noorjannah (DP3A Konawe), Ismail (DPMD Konawe), Justamar (Dinkop dan UKM Konawe), Helni Setyawan (DLH Konawe), Jabal Arfah (Akademisi), Ulyasniati (Akademisi) dan Rachmat Hidayat.

Pelatihan yang berlangsung sejak 17 – 28 Juli 2026 tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Koperasi RI untuk menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten dalam mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi rakyat di seluruh Indonesia nantinya

Selama hampir dua pekan, para peserta SPPI KDKMP dibekali berbagai materi strategis, mulai dari filosofi, regulasi dan best praktis koperasi, kelembagaan dan tata kelola koperasi, manajemen operasional dan aset KDKMP, model bisnis dan pendampingan usaha KDKMP, manajemen pemasaran untuk bisnis berkelanjutan

Kemudian, perencanaan bisnis koperasi, akuntansi pajak dan pelaporan keuangan, permodalan dan akses pembiayaan koperasi, digitalisasi pada SIMKOPDES dan KDKMP, pengawasan dan penilaian kesehatan koperasi serta kepemimpinan visioner dan penumbuhan jiwa kewirausahaan koperasi

Selain mendapatkan penguatan aspek akademik, peserta juga mendapatkan pembinaan karakter, disiplin, dan kepemimpinan melalui sistem pendidikan yang diterapkan di lingkungan komando latihan dan satuan pendidikan TNI di seluruh wilayah indonesia.

Salah satu tenaga pengajar KDKMP asal Konawe, Justamar menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk melahirkan calon-calon manajer koperasi desa/kelurahan merah  putih yang tidak hanya menguasai aspek teknis pengelolaan koperasi, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan memimpin organisasi secara profesional.

“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program strategis nasional pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dari desa. Oleh karena itu, para calon manajer harus memiliki pemahaman yang utuh mengenai tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, hingga sistem pengawasan agar mampu menjalankan koperasi secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan pengajar dari berbagai daerah, termasuk pengajar asal Kabupaten Konawe, menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan program strategis nasional presiden Prabowo Subianto yang melekat di Kementerian Koperasi RI.

“Kami merasa bangga dapat menjadi bagian dari program ini. Harapan kami, seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan di daerah masing-masing dengan menghadirkan koperasi yang sehat, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Materi yang diberikan kepada para SPPI KDKMP tersebut kata dia, tidak hanya berfokus pada aspek teknis pengelolaan koperasi, tetapi juga membangun pola pikir (mindset) kepemimpinan, integritas, dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

“Seorang manajer Koperasi Desa Merah Putih harus mampu menjadi penggerak ekonomi desa yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan anggota,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih nantinya sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia yang mengelolanya. Karena itu, setiap peserta juga dituntut memahami seluruh aspek tata kelola koperasi, mulai dari perencanaan usaha, pengelolaan keuangan, hingga sistem pengawasan yang akuntabel.

“Kami berharap setelah para SPPI KDKMP mengikuti pelatihan dan dinyatakan kompeten melalui uji kompetensi, para peserta mampu menjadi manajer koperasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu membangun kepercayaan anggota, serta menjalankan koperasi sesuai prinsip-prinsip perkoperasian yang sehat dan profesional,” harapnya.

“Pendidikan yang diberikan para SPPI KDKMP di lingkungan Kolat dan Satdik di bawah komando Kementerian Pertahanan RI ini tidak hanya memperkuat disiplin dan karakter peserta, tetapi juga membentuk mental kepemimpinan yang akan menjadi modal penting ketika mereka ditugaskan ke daerah masing-masing untuk mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih” jelas Justamar

“Kami optimistis program ini akan melahirkan manajer-manajer koperasi yang siap menjadi motor penggerak ekonomi desa dan mendukung terwujudnya kemandirian ekonomi masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Selain membekali para calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Justamar juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus koperasi, kepala desa, dan lurah yang secara ex officio menjabat sebagai Ketua Pengawas KDKMP.

Karena menurutnya, peningkatan kapasitas tersebut perlu dilaksanakan di masing-masing daerah terutama di Kabupaten Konawe agar seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi dan pemahaman yang sama terkait tata kelola koperasi yang baik, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, penguatan kapasitas tersebut juga diharapkan mampu mendorong setiap desa dan kelurahan mengidentifikasi serta mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki sebagai basis produktivitas koperasi. Dengan demikian, produk-produk unggulan dapat berkembang, memiliki daya saing, hingga mampu menembus pasar nasional.

“Harapan kami, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Konawe. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang mendorong setiap daerah untuk semakin mandiri di tengah keterbatasan kemampuan keuangan negara,” ujar Justamar.

Terakhir, Ia menambahkan, keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pengurus koperasi, dan masyarakat dalam mengelola potensi lokal secara optimal. Dengan tata kelola yang profesional dan berorientasi pada pemberdayaan ekonomi desa, koperasi diharapkan menjadi motor penggerak pembangunan daerah yang berkelanjutan, selaras dengan semangat Membangun Desa, Menata Kota menuju Konawe Bersahaja.

Laporan : Redaksi