INFO-SULTRA.COM | KONAWE – Tradisi adat Mosehe kembali menjadi bagian penting dalam upaya menjaga keharmonisan dan menyelesaikan perselisihan di tengah masyarakat. Kali ini, ritual adat Tolaki tersebut digelar di area perkebunan sawit PT Surya Jaya Agrindo Perkasa (SJAP), wilayah administrasi Desa Wawoone, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, Senin (21/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WITA tersebut turut dihadiri Kapolres Konawe AKBP Edi Raharjono, S.I.K., M.Si., bersama jajaran, perwakilan DPRD Kabupaten Konawe, pihak manajemen PT SJAP, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wowasolo.
Hadir pula Wakapolres Konawe Kompol Hasruddin, S.E., M.E., Kabagops AKP Kadek Sudjayana, S.H., Kabagren AKP Asriady, S.Sos., Kasat Samapta Iptu Anton Ansar, S.H., Kasat Resnarkoba Iptu Riskal Muh. Lukman Mubarak, S.H., dan Kapolsek Wonggeduku Ipda Harisman, S.H.
Melalui pelaksanaan ritual adat tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat kembali membangun hubungan yang harmonis, mengedepankan komunikasi, serta menjaga suasana yang aman dan kondusif di wilayah perkebunan.
Bagi masyarakat Suku Tolaki, Mosehe merupakan tradisi yang memiliki nilai penting dalam kehidupan sosial. Ritual tersebut dilaksanakan ketika terjadi perselisihan, perbedaan pendapat, maupun salah kata dan salah ucap, sebagai bentuk ikhtiar adat untuk memulihkan hubungan serta menyucikan kembali suasana dan wilayah dari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kehadiran jajaran Polres Konawe dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan terhadap penyelesaian persoalan melalui pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal, musyawarah, dan kedamaian.
Kegiatan Mosehe selesai sekitar pukul 11.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.
Pelaksanaan Mosehe tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat Mepokoaso atau persatuan, dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan masyarakat di Kabupaten Konawe.
Laporan : Redaksi
