Gerakan ini berfokus pada pembersihan saluran irigasi primer, sekunder, dan tersier, demi memastikan distribusi air menuju lahan pertanian berjalan tanpa hambatan. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperpanjang usia teknis infrastruktur irigasi.
Bupati Yusran dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya keterpaduan antara pemerintah, instansi teknis, dan masyarakat
“Irigasi yang bersih dan terawat adalah fondasi bagi keberhasilan pertanian. Dengan aliran air yang lancar, kita bukan hanya menjaga sawah tetap produktif, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Acara pencanangan turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kelompok tani, serta masyarakat setempat.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Konawe bersama BWS Sulawesi IV Kendari menegaskan komitmen untuk menjaga keberlanjutan layanan irigasi, meningkatkan produksi pangan, dan mengokohkan posisi Konawe sebagai salah satu lumbung padi di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi
