Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

DPRD Sultra Sahuti Aspirasi Sopir Truk Minta Penambahan Tonase Muatan.

40
×

DPRD Sultra Sahuti Aspirasi Sopir Truk Minta Penambahan Tonase Muatan.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Example 300x600

KENDARI,Info-Sultra.com- Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Herry Asiku menyikapi aksi demonstrasi Ikatan Sopir Truk Kabupaten Konawe di Kantor DPRD Sultra, Selasa (17/10/2023) pagi tadi. 

Puluhan sopir truk tersebut sebelumnya mendatangi Kantor DPRD Sultra dengan maksud menyuarakan aspirasi mereka terkait masalah tebang pilih pembatasan tonase pemuatan ore nikel.

Ikatan Sopir Truk Kabupaten Konawe itu meminta penambahan kouta tonase muatan, yang sebelumnya delapan ton menjadi 12 ton. 

Permintaan ini, lebih pada efektivitas saat pengantaran dari fit perusahaan tambang ore nikel di Desa Sonai, Kecamatan Puriala, Kabupaten Konawe menuju ke jetty yang berada di Kota Kendari. 

Kendati demikian, jika masih dibatasi tonase pemuatan mentok di delapan ton, yang dirugikan adalah sopir truk. Yang mana, mereka mesti mentaktisi bagaimana mengatur jumlah muatan dan pembelian bahan bakar.

Herry Asiku yang dihubungi awak media, mengatakan turut mengapresiasi demontrasi yang dilakukan para sopir. Karena dengan seperti, itu maka pihaknya mengetahui keluh kesah konstituennya.

“Pada dasarnya kita anggota dewan akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat. Karena kami merupakan penyambung aspirasi masyarakat,” ucap dia 

Terkait permintaan sopir truk, legislator Dapil 6 Konawe Raya ini menyatakan bahwa dirinya akan mengkoordinasikan dengan Komisi III DPRD Sultra dan pihak terkait lainnya, agar mereka diberikan kebijakan. 

“Sebenarnya pemerintah sudah memberikan kelonggaran bahwa jalan yang dilalui tersebut maksimal muatan 15 ton, tetapi kita koordinasikan dulu,” 

Sementara tambah Ketua DPD Golkar Sultra itu, terkait pemalangan itu sudah meresahkan, sehingga aparat penegak hukum (APH) terutama Kepolisian harus bertindak tegas. 

“Jangan sampai pemalangan ini ada tendesi lain dan mnguntungkan diri dan kelompok, sehingga pihak Kepolisian segera turun tangan, jangan sampai timbul masalah baru. Persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut, karena merugikan masyarakat,” tandasnya. (Red)*

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *