Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Peran Guru Kunci Cegah Stunting: Bunda PAUD Koltim Ajak Komitmen Pendidikan Anak”

36
×

Peran Guru Kunci Cegah Stunting: Bunda PAUD Koltim Ajak Komitmen Pendidikan Anak”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Example 300x600

Info-Sultra.com |Kolaka Timur- Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kolaka Timur, Hartini Azis AMa, menekankan peran vital seorang guru dalam mencegah stunting pada anak-anak. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kadis Dikbud Koltim, Sarif SPd MPd, saat pembukaan pelatihan stimulasi dan penanganan stunting untuk jenjang PAUD di Aula Pemda Koltim, Senin (13/11/2023).

Hartini menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru mengenai stunting dan metode pencegahannya pada anak-anak usia dini. Ia menggarisbawahi peran kunci guru dalam mengatasi masalah gizi anak usia dini, memperingatkan bahwa penurunan presentase anak yang mengalami kelainan gizi harus menjadi perhatian serius. Guru, menurutnya, dapat membantu melalui pendekatan parenting kepada orang tua, memberikan edukasi gizi, dan melakukan pengawasan ketat terkait gizi anak.

Dalam upaya menekan angka stunting, Hartini menyoroti peran penting Dikbud, termasuk peningkatan pendidikan masyarakat, kesadaran komitmen, dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak. Ia menekankan pentingnya menyediakan akses pendidikan anak usia dini untuk mempromosikan cara menstimulasi pertumbuhan anak.

“Sekolah PAUD melalui peran guru dapat menjalankan program pemberian makanan tambahan, bekerja sama dengan posyandu, puskesmas, dan klinik terdekat untuk pemberian imunisasi yang sesuai. Guru juga dapat melakukan tes di awal dan pertengahan tahun ajaran serta rutin menimbang berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala peserta didik,” ucap Hartini.

Bunda PAUD Kolaka Timur juga mengajak satuan PAUD untuk menyelenggarakan program parenting edukatif secara rutin bagi orang tua atau wali murid dengan topik yang disesuaikan.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat mengurangi angka penderita stunting di Kabupaten Kolaka Timur. Oleh karena itu, kita harus bekerja keras membangun kepedulian dan komitmen untuk memberikan pendidikan sebaik-baiknya kepada anak-anak kita, baik dalam aspek pendidikan agama, etika, maupun ilmu pengetahuan. Anak-anak yang lahir hari ini akan menjadi generasi penerus yang membawa kita menuju generasi emas pada tahun 2024,” tutupnya.

Laporan: (NS)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Post Views: 46

Berita

Post Views: 5