Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Proyek Pembangunan Bendungan Ameroro Diduga Rugikan Negara Dan Masyarakat; Ketua DPC PWDPI Konawe Desak APH Dan Pemerintah Untuk Mengusutnya

41
×

Proyek Pembangunan Bendungan Ameroro Diduga Rugikan Negara Dan Masyarakat; Ketua DPC PWDPI Konawe Desak APH Dan Pemerintah Untuk Mengusutnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Info-Sultra.com | Konawe– Proyek pembangunan bendungan Ameroro serap anggaran Rp.1.428.782.015.000,- yang terdiri dari 2 paket, paket 1 dikerjakan kontraktor pelaksana PT. Wijaya karya – Basuki rahmanta putra – Sumber cahaya agung, KSO dengan nilai kontrak Rp. 910.136.415.000,- dan paket 2 di kerjakan oleh PT. Hutama karya – Adi karya, KSO dengan nilai kontrak Rp. 518.645.600.000,- berdasarkan kontrak 30 april 2020 – 2023, bendungan tersebut terletak di Desa Tamesandi, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Example 300x600

Warta diaz, ketua DPC Konawe persatuan wartawan duta-pena Indonesia (PWDPI) sangat menyesalkan kepada pihak yang berkewenangan dan unsur-unsur lainnya yang hingga kini  konpensasi kepada masyarakat petani kebun yang sudah dirusak tanamannya seperti, warga masyarakat Desa Tamesandi dan desa lainnya yang hingga kini konpensasi yang dijanjikan kepada pemilik kebun untuk mendapatkan konpensasi hanya berbentuk janji, ucap warta 

padahal masyarakat menghidupi keluarganya selama ini dari hasil pertanian jangka pendek dan jangka panjang dengan adanya kegiatan penambangan yaituh, penggalian material di area sekitar pembangunan bendungan untuk kebutuhan timbunan yang di butuhkan dalam pembangunan bendungan Ameroro.

Sedangkan material tersebut  belum tentu masuk dalam sarat dan specifikasi timbunan, yang sesuai perencanaan seperti, timbunan inti lempung, filter halus, kasar, batu dan rip-rap sesuai perencanaan, adapun kebutuhan 1.865 juta M3 yang di lansir dari majalah konstruksi.com, pihak contraktor pelaksana proyek pembangunan bendungan Ameroro dalam meraup keuntungan yang lebih besar, karena tidak adanya pembelian timbunan maka yang menerima kerugian besar adalah masyarakat disekitarnya,titirnya

Lebih lanjut Warta diaz,seperti,-terputusnya penghidupan masyarakat dalam menghidupi keluarganya karena tanamannya sudah dirusak oleh pihak kontraktor proyek dalam pengambilan material timbunan yang hingga kini belum ada kejelasan untuk di bayarkan konpensasinya sesuai yang sudah di sepakati, justru masyarakat mendapat tekanan bahwa yang mengerjakan proyek ini adalah kontraktornya BUMN, pemerintah tidak bisa di lawan, jika mayarakat menuntut dengan aksi penutupan jalan kendaraan proyek namun naas, masyarakat akan berhadapan dengan aparat penegak hukum dengan demikian rakyat tertindas oleh kekuasaan.  

Kemudian di tambah lagi dengan pertanian padi sawah, dikarenakan adanya penambangan penggalian timbunan di area sumber air bendung DI Ameroro, yang mengairi areal persawahan di kecamatan uepai dan lambuya juga telah mendapat dampaknya, petani padi sawah yang berada di 2 kecamatan Uepai dan Lambuya karena kegiatan penggalian timbunan menggunakan alat berat sehingga mengakibatkan keruhnya air di bendungan Ameroro bercampur lumpur mengakibatkan endapan lumpur di saluran sekunder, tersier, cacing dan di dalam petakan sawah.

Sehingga mempengaruhi kurangnya debit air, apa lagi sekarang musim kemarau dengan adanya air bercampur lumpur mempengaruhi pertumbuhan padi sangat lamban, penggunaan insektisida dan lainnya dengan cara penyemprotan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga petani memerlukan biaya lebih banyak lagi, tuturnya

Bukan hanya masyarakat petani pekebun yang sudah di rugikan karena kehidupannya sudah di putuskan atau petani padi sawah yang sudah menerima dampak negatif akibat ulah para kontraktor proyek, akan tetapi masyarakat yang memanfaatkan air dalam kebutuhan sehari – harinya seperti mandi dan mencuci pakaiannya mengairi Empang, memberikan minum pada ternak juga sangat resah akibat ulah dari pihak proyek bersama dengan oknum yang mempunyai kewenangan dalam hal pengawasan yang membiarkan yang seakan- akan tidak mau tau beban dari masyarakat yang di timbulkan oleh pihak proyek, yang mementingkan keuntungan yang lebih banyak dan perburuan waktu agar bendungan Ameroro bisa diresmikan bulan 12/2023 nanti, tanpa memikirkan jika material yang di gunakan tidak sesuai dengan sarat dan spesifikasi yang sesuai perencanaan, akibatnya akan fatal nantinya sedangkan dampaknya kepada warga masyarakat kabupaten Konawe, ujarnya.

Warta diaz, Selaku Ketua DPC PWDPI Konawe mendesak kepada APH dan pemerintah untuk mengusutnya,rakyat butuh keadilan demi tegaknya supremasi hukum, agar tujuan pemerintah untuk mensejahtrakan rakyatnya dapat tercapai, jangan sampai pihak kontraktor atau unsur lainnya yang sejahtera dan sedangkan sebagian masyarakat lainnya disengsarakan, tutupnya.

Laporan : Tim

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

  Post Views: 51